May 31, 2004

DUNIA PRIA: HORMON SEBABKAN LELAKI LAJANG TAK SETIA?

GloriaNet - Bagi kaum perempuan yang takut kehilangan pasangan, sebaiknya cepat-cepatlah menikah. Barangkali nasihat ini terdengar ketinggalan zaman. Namun justru ini merupakan adaptasi dari penemuan mutakhir mengenai hormon lelaki.

Lelaki lajang, demikian ungkap Sinar Harapan, ternyata memiliki level testoteron lebih tinggi dibanding lelaki yang sudah menikah dan punya anak. Sejumlah ilmuwan Harvard University menyatakan perbedaan ini terkait dengan interaksi sosial sehari-hari seorang lelaki. Lelaki berkeluarga cenderung punya hubungan konstan dengan anggota keluarganya, berakibat penurunan jumlah hormon testoteron.

Seperti kita tahu, hormon yang hanya terdapat pada kaum Adam ini berfungsi meningkatkan gairah seksual. Dari sini bisa disimpulkan, lelaki berkeluarga punya gairah seks lebih terkendali dan itu memicu mereka menjadi lelaki setia.

Sebaliknya, lelaki lajang dengan level testoteron tinggi memiliki gairah seks meletup-letup. Kenyataan ini mendorong mereka untuk selalu mencari partner lawan jenis baru. Tingkat ketinggian hormon ini disebabkan kuranganya interaksi sosial mereka dengan kerabat dekat.

Detil penemuan ini dimuat di majalah New Scientist edisi terbaru, termasuk studi penelitian terakhir yang memperlihatkan peningkatan level testoteron yang mampu membuat lelaki lajang menjadi playboy sejati.

Antropolog Peter Gray beserta koleganya di Harvard telah mengukur testoteron dalam air liur 58 lelaki lajang, menikah atau menikah dan punya anak. Mereka menemukan bahwa level hormon pada kesemua lelaki tadi dipengaruhi oleh siklus alaminya. Penurunan jumlah hormon terjadi pada lelaki menikah yang punya anak.

Gray yang juga penulis sejumlah penemuan ilmiah yang sering dipublikasikan dalam jurnal Evolution and Human Behaviour ini berpendapat, perbedaan kadar hormon berhubungan dengan kontak sosial seseorang. Berada di antara istri dan anak-anak membuat level testoteron seorang lelaki menurun. Rendahnya level testoteron ini akan membuat perilaku lelaki berubah. Tak seperti saat lajang, mereka justru lebih senang menghabiskan waktu bersama keluarga di rumah daripada "keluyuran" sepanjang hari.

Tampaknya studi Gray dan rekan-rekannya masih terkait dengan studi yang dilakukan British Psychological Society (BPS) dua bulan silam. Dalam sebuah konferensi tahunan, BPS mendiskusikan masalah hubungan antara testoteron dengan penampilan seorang lelaki. Hormon ini sangat terkait dengan perilaku agresif. Mereka melakukan penelitian pada kasus David Beckham, pemain bola unggulan Manchester United (MU). Dua orang dokter dari University Northumbria menyatakan bahwa seorang pemain bola cenderung mengalami peningkatan testoteron ketika bertanding di negaranya sendiri.

Beckham pada pertandingan Inggris melawan Yunani mencetak gol-gol gemilang. Menurut ilmuwan, ini merupakan akibat pertandingan tersebut dilakukan di kandang MU sendiri. Sebelum mencapai kesimpulan ini, para ilmuwan tersebut melakukan pengukuran kadar hormon sebelum dan sesudah bertanding. Hasil yang didapat, pemain dengan level hormon testoteron tinggi memiliki penampilan gemilang di lapangan.

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home