May 06, 2004

Pacaran Adalah Intuisi Yang jelas dan sehat...

Membaca tulisan seorang teman, Dee "Pacaran adalah institusi yang paling TIDAK JELAS" (bisa dibaca di www.diansocool.blogspot.com) membikin saya kembali berpikir, untuk memperjelas arti Pacaran itu sendiri.

Arti pacaran sendiri kalo menurutku masi vague atau samar gak ada kalimat baku yang bisa menjelaskan arti pacaran, pacaran adalah kata kerja kalo ditinjau dari akhiran an dibelakangnya, yang meneragkan sebuah proses melakukan kerja atau kegiatan sesuatu yang berasal dari kata dasar Pacar, Pacar sendiri berarti orang yang kita sayangi dan cintai secara spesifik. kenapa secara spesifik karena orang tua, saudara, teman harus kita sayangi juga dan mereka tidak bisa disebut sebagai pacar. jadi sedikit bisa disimpulkan pacaran adalah suatu kegiatan yang kita lakukan bersama dengan orang yang disayangi dan dicintai secara spesifik. arti yang lebih jauh lagi bisa Pacaran adalah sebuah proses saling mengenal satu sama lain diantara dua insan laki dan perempuan dengan melakukan pendekatan emosional sebelum mereka memutuskan untuk melanjutkan ke proses yang lebih tinggi

Pacaran dalam budaya manusia sangat lazim dilakukan. kita tidak akan pernah mengetahui siapa penemu budaya pacaran itu sendiri karena semuanya bermula dari proses pemikiran sebuah gerak hati yang cenderung terus berevolusi. apabila kita tinjau dari kultur budaya indonesia, Dahulu sekitar sebelum tahun 1940an masyarakat kita belum mengenal istilah pacaran karena kebanyakan dari mereka langsung dijodohkan oleh kedua orang tua mereka. mau tidak mau suka atau tidak suka mereka dipaksa untuk mau menerima calon istri dan calon suami mereka. yang terjadi pada saat itu banyak terjadi ketidak cocokan, ketakutan dari masing masing individu karena mereka telah dipaksa menerima orang asing dengan emosi yang asing pula. pada waktu itu hampir tidak dijumpai kasus perceraian meskipun banyak diantara mereka merasa tidak cocok dengan pasangannya. untuk memperkuat argumen itu aku melakukan wawancara dengan Embok Warti, mbok ti adalah penjaga kebersihan di kost tempat aku tinggal, pembantu istilahnya. mbok ti usianya sudah 65 tahun berarti dia lahir ditahun 1939 embok ti menikah di usia 15 tahun atau tepatnya sekitar tahun 1954 seperti halnya orang tua lainnya dijaman itu embok ti di jodohkan dengan pemuda tetangga desa, pertanyaan berikutnya apakah Si embok ti merasa cocok dengan pemuda pilihan kedua orang tuanya? dan inilah penuturannya "Wahh ya saya takut mas, wong jaman itu saya gak ngerti nikah itu musti ngapain trus juga embok gak kenal sama suami embok ya embok takut mas, kita sering bertengkar dulu..." baru setahun berikutnya embok mulai menerima suaminya suka tidak suka mau tidak mau.

seiring perkembangan jaman ternyata kita membutuhkan sebuah proses lagi untuk bisa benar benar memutuskan melanjutkan ke proses yang lebih sakral yaitu pernikahan. proses itu dinamakan proses saling mengenal satu sama lain proses membentuk sebuah ikatan emosional yang kuat agar nantinya pernikahan mereka tidak mengalami kendala. proses itu lazim disebut pacaran. terlepas dari semua diatas proses ini sebenarnya tidak wajib dilakukan terserah dari masing masing individu karena tidak mutlak adanya.
sebuah petikan dari tulisan dee :

"Jadi, daripada pacaran mending langsung nikah aja, jelas hukumnya, jelas ketentuannya, ada pasalnya dan yang pasti untuk menyempurnakan agama kan. Kesimpulannya saya tu sedang cari calon suami sodara-sodara, ada yang mau?"

dari tulisan diatas dee berpendapat kalo pacaran itu tidak harus dilakukan, pasti ada sesuatu yang membuat dee berpikiran seperti itu mari kita lihat tulisan dia berikutnya :

"apa sih definisi pacaran itu? Ga jelas kan. Pacaran itu boleh ngapain aja? Ga jelas kan. Batasan pacaran itu apa? Ga jelas kan. Yang memperbolehkan pacaran itu siapa? Ga jelas kan. Manfaat pacaran itu apa? Lebih banyak manfaatnya atau mudharatnya? Aduh kalau serba ga jelas gini pasti kacau kan. Tapi kok tetep banyak yang mau melakukan kegiatan ini, itu yang Dee ga tau."

nah bisa kita lihat diatas sebuah kesalahan pemahaman dari arti pacaran itu sendiri. pacaran bukanlah sebuah Undang-Undang yang harus ada pasalnya, bukan pula sebuah aturan yang boleh melakukan ini dan tidak boleh melakukan itu, memang tidak ada sebuah lembaga yang memperbolehkan atau tidak membolehkan karena pacaran bukanlah sebuah kelembagaan pacaran adalah proses gerak hati yang terus berevolusi berdasarkan pemikiran perlunya kita mengenal lebih dekat lagi, perlunya kita membangun ikatan emosional yang kuat terhadap pasangan hidup kita kelak larena pernikahan hendaknya dilakukan sekali dalam seumur hidup. apakah nanti banyak manfaat atau justru malah membawa kita ke jurang dosa tergantung dari indifidu yang menjalaninya, aku pikir kalau keyakinan kita akan agama besar, pasti kita mempunya pagar penjaga yang akan terus menjaga kita untuk tetap dijalur yang dibenarkan oleh TUHAN dan dijauhkan dari insting nafsu dan sex. kesungguhan itu tergantung juga dari komitmen pasangan tersebut. kalau komitmennya kuat dan didasari keinginan yang tulus membangus sebuah ikatan emosional terhadap orang yang dicintai dan selalu ingat sama ajaran Tuhan, niscaya "Pacaran adalah intuisi yang sangat jelas dan sehat".

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home