SEMINAR IT GEDUNG WIDYALOKA UNIBRAW MALANG TGL 27 MEI 2004 jam 08.00WIB sampai selesai
Prolouge
Tak dapat dipungkiri, perkembangan IT merupakan sebuah fenomena. Bahkan saat ini IT telah menjadi parameter nilai tawar sebuah negara. Sedah cukup banyak data, seminar, referensi dan berbagai publikasi lainnya yang menunjukkan betapa IT telah merubah pola hidup, mendukung aktifitas manusia, meningkatkan efisiensi kinerja, dan meningkatkan devisa negara, lengkap dengan segala pro dan kontranya. Akibatnya tidak dapat dipungkiri, besar kecilnya perhatian seluruh komponen masyarakat dan pemerintah terhadap teknologi ini terbukti mampu membawa perubahan signifikan terhadap masa depan bangsa.
Bagaimana dengan Indonesia?. Apakah bangsa kita telah mampu menjadikan TI sebagai bagian dari sendi kehidupan? Apakah kita talah mampu memanfaatkan teknologi untuk merubah nasib bangsa? Apakah TI telah mampu mengangkat harkat dan martabat bangsa dan mampu memberikan kontribusinya ; peningkatan pelayanan masyarakat, peningkatan lapangan kerja, devisa negara, perluasan kesempatan menggali ilmu, dan sebagainya? Bagaimana posisi Indonesia di antara negara lain? Cukupkah fasilitas TI yang kita miliki? Apakah seluruh masyarakat kita telah dapat menikmatinya? Bagaimana regulasi, peran serta pemerintah, kontribusi masyarakat dan industri? Masih sangat banyak pertanyaan yang perlu di jawab oleh bangsa Indonesia mengenai eksistensinya di dunia TI.
Saat ini, Indonesia masih berada dititik yang cukup memprihatinkan dalam TI. Walaupun berkali-kali dicanangkan berbagai isu nasional tetang TI ; Nusantara 21, Sisfonas, dan sebagainya, dalam prakteknya Indonesia masih dibelit berbagai problem. Infrastruktur TI yang masih jauh dari memadai, belum signifikannya kontribusi industri TI terhadap peningkatan devisa negara, masalah SDM dan digital divide yang tidak habis-habisnya didiskusikan, implementasi e-government yang masih berhenti pada eforia kebanggaan terhadap kepemilikan situs, regulasi dan Undang-undang TI yang masih belum selesai digodok, dan berbagai masalah lainnya. Dalam perkembangan TI, Indonesia baru diposisi sebagai "pasar", dan terkenal sebagai negara yang paling tinggi tingkat kejahatan TI-nya.
Fenomena yang berkembang? Lihat saja kasus terhangat saat ini. Hiruk pikuk penggunaan frekwensi 2.4 MHz, duopoly 2 pemain telekomunikasi di Indonesia, kenaikan biaya pulsa, sampai kasus KPU yang sangat hangat belakangan ini. Semuanya masih menghasilkan pro-kontra saja, tanpa ada hasil yang cukup signifikan.
Berbagai fenomena ini menarik untuk didiskusikan, demi kemajuan bangsa Indonesia. Menghadirkan para Begawan TI di Indonesia, diharapkan seminar ini akan memberikan manfaat yang signifikan terhadap pemahaman kita tentang TI dan nasib bangsa ini.
Pembicara :
Sesi Seminar I : Seputar Kontraversi TI KPU dan Kesiapan TI KPU menghadapi Pemilihan Presiden Mendatang
1. Basuki Suhardiman (Fixed) Ketua Tim TI KPU
2. Onno W Purbo (Fixed) Praktisi Internet
3. Eko Indrajit (fixed) Rektor Perbanas, Penggiat TI
Moderator : Heru Nugroho (Sekjen APJII, Sekjen FTTI)
Sesi Seminar II : Infrastruktur TI di Indonesia, Tulang Punggung perkembangan TI, sudahkan memadai?
Isu :
Masa Depan Infrastruktur ICT di Indonesia
- Fenomena IPv6
- Fenomena Wireless
- Fenomena VPN
Pembicara
1. Djamhari Sirait (fixed)
Ditjen Postel
2. Heru Nugroho (Fixed)
Sekretaris Jenderal Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII)
3. Harfi Asra (Fixed)
Country Manager Allied Telesyn
4. Onno W Purbo (Fixed)
Praktisi Internet
5. Achmad Basuki (fixed)
Manager Divisi Computer & Network Support UPPTI Unibraw
Sesi Seminar III : Prestasi Indonesia di Dunia TI “Negara dengan tingkat kejahatan dunia maya tertinggi ditinjau dari sisi Hukum dan Keamanan System” dan E-Government for Good Governance ; Sudahkan, atau hanya sebuah Eforia”
Pembicara
1. Richard Mengko (Fixed)
Koordinator Tim Implementasi E-Government Ristek Staf Ahli Menristek.
2. Marsudi W Kisworo (Fixed)
Wakil Rektor Universitas Paramadina, Praktisi TI Edmond 3. Makarim (Fixed)
Praksisi Hukum TI
4. Adi J. Rusli (Fixed)
Deputi Managing Director Oracle Indonesia
5. Bondan Sapta Prakoso (Fixed)
Manager Divisi Sistem Aplikasi UPPTI Unibraw
Moderator : Edwardo Rusfid (Manager Divisi Administration & Public Relations UPPTI Unibraw)
Peserta Seminar terdiri dari 300 orang yang terdiri dari perwakilan pihak sponsor, instansi pemerintah, pengusaha, mahasiswa, dan masyarakat umum. Peserta akan mendapatkan fasilitas berupa :
Seminar Kit
Sertifikat
Lunch
Majalah PC Media terbaru edisi ekonomis
Kontribusi peserta
Mahasiswa/Pelajar Rp. 25.000,-
Akademisi Rp. 40.000,-
Umum Rp. 75.000,-
Tempat Pendaftaran
Sekretariat
SCS (Student Computer Services) Unibraw
Gedung Rektorat Lama Lt.2, Unibraw
Jl. Veteran Malang Telp: +62-341-575878, Fax: +62-341-565420
Email Sekretariat: semitalk@brawijaya.ac.id
Contact Person:
Budi P Hartanto, ST Phone: +628563535343,
Email: opo2@brawijaya.ac.id
Ary Blog....
bloging everythings....
0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home