May 27, 2004

SEMINAR IT

Sangat beruntung semua pembicara seminar "Masa depan IT di Indonesia, yang diselenggarakan di hall gedung Widyaloka Universitas Universitas Brawijaya Malang" diantaranya Basuki Suhardiman Ketua Tim TI KPU, Onno W Purbo Praktisi Internet, Eko Indrajit Penggiat TI, Richard Mengko Koordinator Tim Implementasi E-Government Ristek Staf Ahli Menristek. Marsudi W Kisworo, Wakil Rektor Universitas Paramadina, Praktisi TI, Edmond Makarim Praksisi Hukum TI Adi J. Rusli, Deputi Managing Director Oracle Indonesia bisa hadir. semua Pembicara adalah pakar dibidangnya terlebih Basuki Suhardiman yang sekarang menjadi sorotan soal kontroversi keamanan jarigan di KPU.

Sesi pertama membahas tentang seputar konfigurasi keamanan jaringan di KPU dalam rangka menghadapi pemilihan Presiden dan wakil presiden mendatag, di kemukakan oleh Basuki Suhardiman selaku ketua tim IT KPU, terlihat begitu banyak kekurangan dalam arsitektur hardware maupun software yang diadopsi KPU, salah satunya penggunaan bahasa pemrograman web PHP yang terlalu riskan untuk digunakan sekelas penyelenggaraan Election system. terungkap juga bagaimana Dani Firmansyah bisa memebobol keamanan jaringan KPU, hanya dengan SQL injection Dani mampu mengupdate data perolehan dan nama Partai peserta Pemilu. Fakta Fakta pengungkapan dan penangkapan Dani Firmaansyah di jelaskan dan diutarakan oleh saudara Valen koordinator APJII Jateng yang ikut membantu pihak kepolisian mengungkap dan menangkap si Dani beginilah kronologinya :

pada tanggal 17 april terjadi serangan setelah diselidiki dengan melihat log IIS yang tertinggal serangan itu berasal no IP 208.147.7** yang berasal dari negara thailand, ada dua log IIS yang tertinggal di web server KPU satunya adalah usaha percobaan serangan dan yang satunya telah berhasil mengupdate tampilan Web base hasil data Perolehan Pemilu. tertinggal juga user Id dengan nick Xnuxer metode berikutnya tim dari KPU dibantu pihak kepolisian mencari siapa sebenearnya pemilik nick Xnuxer dengan metode yang sangat simpel, mencari di search engine. setelah beberapa kali dilakukan pencarian diketemukan sebuah kecocokan beberapa list pemilik nick Xnuxer adalah Dani Firmansyah berkat kepemilikan sebuah website http://infosecurity.com data sebuah nama oleh tim ditelusuri lagi dicocokkan dengan data yg diperoleh dari database Pendaftar Pemilu diperolehlah nama dan alamat lengkap Dani Firmansyah di jogja, belum terlalu cukup bukti untuk bisa menangkap dani, metode berikutnya Tim masuk ke jaringan hacker dengan melakukan pendekatan undercover Chatting di MIRC dari beberapa kali Ol Tim berkenalan dengan Fuad Mahdi dari dialah polisi melakukan penyelidikan di sebuah warnet di jalan kaliurang jogja nama warnet itu warnet warna warni berkat kerjasama dengan APJII diperoleh sebuah kejanggalan pada tanggal 17 tidak diketemukan traffic pengguakan internet lewat program webalizer, padahal pada waktu itu warnet buka seperti biasa dari sinilah Tim berkesimpulan telah terjadi kesengajaan penghapusan log, dan hal ini menambah kecurigaan pihak kepolisian, pada hari itu juga penyelidikan lebih intensif dilakukan terhadap warnet warnawarni dan akhirnya kepolisian menemukan sebuah root no IP CBN, dan setelah ditelusuri no IP itu adalah no IP dari kantor PT DANAREKSA di jakarta bukti inilah yang menguatkan pihak kepolisian untuk menangkap si dani. dan Fuad Mahdi dijadikan sebagai Saksi.

Tak kalah serunya pada sesi kedua ada sedikit ketegangan antara Pak Ono W Purbo yang kocak dengan Ditjen Postel Djamhari Sirait tentang penggunakan Wifi ilegal karena seperti biasa yang namanya Ono W Purbo adalah seorang praktisi IT yang memperjuangkan biaya akses Internet murah, karena tadi dengan terang terangan Pak Ono menunjukkan sebuah device Wifi yang sedikit dimodifikasi untuk bisa menangkap signal dari sebuah ISP terdekat sehingga kita bisa mengakses internet dengan gratis 24jam nonstop, sangat berseberangan dengan pihak pemerintah yang diwakili Ditjen Postel Djamhari Sirait, pemerintah tidak mencoba menghalangi siapapun juga untuk bisa menyelenggarakan koneksitas Internet murah khususnya dengan Wifi asal mempunyai ijin frequensi dari Postel tidak sejalan dengan pemikiran pak Djamhari Pak Ono masih mengeluhkan biaya perijinan Wifi yang masih mahal tapi untung Mas Heru Nugroho sekjen APJII yang didaulat menjadi moderator bisa meng coolin-gdown kan suasana.

Pada sesi akhir sesi paling menarik penuh dengan filosofi perkembangan IT dinegeri ini. Richard Mengko Koordinator Tim Implementasi E-Government Ristek Staf Ahli Menristek, menuturkan pentingnya sebuah leadership yang berkomitmen kuat memajukan dunia IT di indonesia pemimpin itu sangat dinantikan para komunitas IT di negeri ini karena kemajuan IT harus ada pendorong yang kuat agar bisa berjalan dan bergerak secara bersama sama. agar nantinya indonesia tidak ketinggalan dengan negara tetangga yang sekarang lagi getol menerapkan IT sebagai Backbone kemajuan bangsa. adakah pemimpin yang mampu mendrive dan berkomitmen kuat melapisi bangsa indonesia ini dengan perangkat IT yang Handal? karena dunia Informasi dunia sedang berevolusi, kita harus bisa ikut dalam arus evolusi itu atau kita hanya dijadikan sebagai object kemajuan sebuah teknologi informasi dunia...kita tunggu

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home