May 07, 2004

Yuk, Setting MODEM PONSEL!
Kamis,25 Mar 2004
Trendigital

Akses Internet di ponsel? Itu sih sudah biasa, karena pengguna ponsel kini mulai akrab dengan GPRS (General Packet Radio Service). Tapi kalau menyulap ponsel menjadi modem Internet, nah ini baru luar biasa.

Memang, kenyamanannya tidak seperti yang ditawarkan 'modem beneran', terutama soal kestabilan dan pulsa yang harus dikorbankan untuk itu.

Tapi, teknik ini setidaknya bisa menjadi pilihan darurat jika di rumah tidak bisa ber-TelkomNet Instan, karena telepon rumah sedang dipakai. Atau membutuhkan koneksi Internet dengan segera tanpa ada pilihan koneksi selain dengan ponsel.

Ada tiga komponen yang diperlukan sebuah komputer —apapun jenisnya baik desktop maupun notebook— agar bisa terkoneksi ke Internet. Yaitu modem, jaringan telepon, dan penyelenggara jasa Internet alias Internet service provider (ISP).
Bila komputer kita sudah dilengkapi dengan modem —baik eksternal maupun internal, maka untuk koneksi ke Internet praktis kita tinggal membutuhkan saluran telepon.

Faktor atau komponen ISP bisa 'diabaikan', karena ada layanan Internet instan. Jadi tidak perlu menjadi pelanggan ISP dengan konsekuensi membayar abonemen. Cukup menggunakan TelkomNet Instan, kita sudah bisa ber-Internet secara instan.

Nah, masalahnya bagaimana kalau komputer anda ternyata belum dilengkapi dengan modem? Apa harus membeli modem?

Jangan dulu, coba tengok ponsel anda. Jika ternyata ponsel itu mempunyai teknologi GPRS, maka beruntunglah anda. Ponsel GPRS itu bisa disulap menjadi modem 'darurat'.

Disebut modem darurat, karena bagaimana pun juga modem ponsel ini tidak mungkin bisa memberikan kenyamanan seperti modem beneran. Ada dua komponen 'pembeda kenikmatan' antara modem ponsel dan modem beneran, yaitu pulsa dan kestabilan.

Barangkali faktor pulsa lebih kritis karena sewaktu mengakses sebuah situs, biayanya dihitung per bit data yang terakses dengan tarif Rp20 - Rp35 per kilobit data. (lihat tabel)

Sekadar gambaran, untuk mengakes satu situs web di Internet, cobalah iseng-iseng kita simpan tampilan situs dari layar komputer tersebut. Ternyata besar filenya sekitar 1,4 megabyte (MB) atau sekitar 1.400 kilobyte (KB). Nah, kalau mau dikonversikan ke kilobit (Kb) tinggal dikalikan 8 menjadi 11.200 Kb.

Perlu diingat bahwa mengakses satu tampilan situs untuk sekali klik pada dasarnya sama dengan men-download data sebesar 1,4 MB atau 11.200 kilobit data. Taruhlah pembaca menggunakan tarif GPRS termurah dengan Smart atau pun Bright sebesar Rp20 per kilobit. Maka pulsa yang harus dibayar adalah Rp20 x 11.200 Kb = Rp22.400.

Jadi untuk sekali klik, pelanggan Bright atau pun Smart harus menanggung pulsa Rp22.400. Perhitungan pulsa pelanggan pada operator lain kurang lebih sama, tinggal mengalikan dengan besaran tarif GPRS masing-masing operator.
Nah, kalau anda kebetulan pelanggan pasca bayar Matrix dan ProXL, maka berbahagialah anda. Kedua operator itu mengenakan tarif flat untuk akses GPRS. Pelanggan Matrix hanya dikenai Rp25.000 per bulan, sementara pelanggan Excelcomindo hanya dipungut Rp100.000.