November 26, 2004

SADNESS

Tuhan menciptakan sedih agar kita selalu ingat bahwa kita hanyalah maklhuk yang sangat lemah, kita mudah terpuruk, terisak, jatuh dalam kesedihan. banyak hal yang bisa membuat kita menjadi sedih, salah satunya adalah perasaan kehilangan. kehilangan seseorang yang kita cintai dan sayangi atau bahkan kehilangan benda lainnya yang sangat berharga bagi kita. Tuhan menciptakan sedih agar kita saling menyayangi saling memiliki, menjaga sesuatu yang berharga bagi kita. Bisa kita bayangkan kalau manusia tidak memiliki perasaan sedih itu. Banyak dari kita akan saling menjatuhkan saling menghilangkan sedikit kebencian dengan mudah kita saling melenyapkan.

Bencana di Aceh adalah ladang hidup kesedihan banyak diantara korban dirundung perasaan sedih, sedih karena kehilangn orang-orang yang mereka sayangi dan cintai. Inilah cara Tuhan untuk menunjukkan kepada umatnya bahwa manusia hanyalah makhluk yang sangat lemah. Tuhan ingin berseru kepada kita agar kita saling menyayangi saling menjaga satu sama lain agar kelangsungan hidup berjalan dengan indah, indah karena adanya sebuah kebersamaan.

Tapi yang terjadi adalah sebaliknya banyak koran maupun diTV membuat sesak dada kita, seakan cinta dan kasih sayang itu sudah lenyap dan sudah tiada. kebencian kedengkian membutakan mata hati kita, menebar perasaan sedih dimana mana. Anak bunuh bapak, Bapak menghabisi anak, adalah warta biasa disetiap kolom berita.

Masihkah mata hati kita buta melihat petunjuk Tuhan yang NYATA. Atau kesedihan itu akan datang lagi, datang bertubi-tubi...

November 22, 2004

Delapan Hambatan Dalam Mencari Pekerjaan

Oleh Drs. SUKMANA

UNTUK mendapatkan pekerjaan yang didambakan tidaklah gampang. Ini terjadi karena pencari kerja lebih banyak dibandingkan dengan lapangan kerja yang tersedia. Setiap tahun calon tenaga kerja semakin bertambah, sementara lapangan kerja baru tidak banyak bertambah. Kesenjangan ini semakin sulitnya mencari lowongan pekerjaan. Akibatnya pengangguran semakin banyak, baik lulusan sekolah menengah maupun lulusan perguruan tinggi.

Di samping itu, dalam mencari pekerjaan dihadapkan kepada berbagai hambatan. Biasanya ada delapan hambatan dalam menemukan pekerjaan yang cocok dengan karakteristik dirinya.

Untuk itu, para calon pegawai harus memahami dan mengatasi hambatan-hambatan yang timbul. Apabila mampu mengatasi hambatan tersebut, maka peluang untuk bekerja terbuka lebar.

Pertama, belum memahami kemampuan diri. Kemampuan ini berkaitan dengan kemampuan potensial (kecerdasan dan bakat) dan kemampuan nyata (prestasi akademik dan keterampilan khusus). Karena belum memahami kemampuan diri, akibatnya calon pegawai tidak bisa mengembangkan diri yang dapat dijadikan modal untuk mencari pekerjaan. Padahal, berdasarkan kemampuan diri tersebut, calon pegawai dapat menentukan jenis pekerjaan yang diminati.

Kedua, kurang memiliki keterampilan. Sebagaimana kita maklumi untuk bekerja diperlukan keterampilan khusus. Sebuah perusahaan atau instansi pemerintah mensyaratkan pelamar harus memiliki keterampilan komputer dan bahasa Inggris.

Ketiga, belum mempunyai pengalaman kerja. Pengalaman kerja sering menjadi batu sandungan bagi para pelamar. Ini terjadi karena di antara perusahaan ada yang meminta calon tenaga kerja berpengalaman di bidangnya. Misalnya harus mempunyai pengalaman kerja minimal dua tahun. Di pihak lain, pelamar belum mempunyai pengalaman sama sekali. Akhirnya, lowongan yang tersedia tidak bisa diisi calon tenaga kerja.

Keempat, terlalu memilih pekerjaan. Di antara calon tenaga kerja ada yang suka pilih-pilih pekerjaan atau merasa gengsi bekerja dalam bidang pekerjaan tertentu. Ini biasanya terjadi karena menginginkan pekerjaan hebat, tapi tidak ditunjang dengan kemampuan yang memadai. Dengan kata lain, dalam mencari pekerjaan tidak realitas.

Kelima, kurang punya informasi. Mencari atau melamar pekerjaan peluangnya akan sedikit apabila hanya mengandalkan satu sumber. Artinya, semakin sedikit informasi yang dimiliki, maka akan semakin sedikit pula kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan. Seiring dengan itu, pilihan pekerjaan pun jadi terbatas. Padahal sumber lowongan kerja itu banyak. Misalnya di koran, televisi, radio, depnaker, teman, internet, pegawai sebuah perusahaan atau instansi pemerintah.

Keenam, tidak cocok antara karakteristik diri dengan lowongan pekerjaan. Sebenarnya tiap hari ada saja lowongan pekerjaan. Masalahnya, karakteristik pelamar tidak sesuai dengan permintaan perusahaan. Akibatnya, calon tenaga kerja tetap nganggur, sementara perusahaan mengalami kesulitan untuk merekrut tenaga yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Ketujuh, mudah menyerah. Kadang-kadang calon tenaga kerja tidak mau berusaha dengan keras dalam mencari pekerjaan. Ditolak oleh satu perusahaan, langsung menyerah. Dengan kata lain, kurang agresif dalam memburu pekerjaan.

Kedelapan, miskin impian. Sesuatu ada dan tercipta karena diawali dengan impian. Begitu juga dengan pekerjaan. Kita tidak akan mendapatkan pekerjaan kalau tidak diawali dengan impian atau cita-cita. Calon tenaga kerja yang tidak mempunyai cita-cita akan kehilangan arah atau tujuan yang hendak dicapai, yakni pekerjaan.

Oleh karena itu, dalam mencari pekerjaan harus realistis. Pertama-tama harus memahami diri, baik kelebihan maupun kekurangannya. Dengan pemahaman ini diharapkan bisa mengembangkan diri, sehingga memiliki keterampilan yang memadai.

Keterampilan yang telah diperoleh selanjutnya dipraktikkan dalam dunia kerja seperti magang. Melalui magang ini diharapkan mempunyai pengalaman yang dapat dijadikan modal untuk melamar pekerjaan. ***

Penulis adalah Guru Pembimbing dan Pembina Mading, SMUN 10 Bandung.

November 21, 2004

Minal Aidzin Walfaidzin

Namenye juga manusie, hati kadang salah kire, mulut salah kate, mate salah liat. maapin ane yee mumpung lebaran masi kerase. Minal aidzin walfaidzin mohon maap lair batin, gwe maapin juga koq salah2 loe pade. oke! nyok nyok...

November 10, 2004

Huhuhuhu



Kapan yah bisa seperti ini huhuhuhu pengiiiiiinnnnn

November 06, 2004

Tell Me About Yourself

Kontributor: CDC (30.08.2004 00:00)

Ini adalah pertanyaan yang paling sering dilontarkan dalam wawancara kerja : Ceritakan mengenai diri anda. Tentu saja, respon anda terhadap pertanyaan ini akan menentukan seperti apa pertanyaan – pertanyaan berikutnya.

Lana, seorang staff customer service , menceritakan kegagalannya menjawab pertanyan ini. Saat ditanya, ia menjawab, "Saya baru tiga bulan di kota ini Saya di sini karena suami saya dipindahtugaskan di kota ini. Saya tidak mengalami kesulitan untuk beradaptasi dengan suasana baru di sini, bahkan saya merasa sangat bersemangat untuk kembali berkarir. Sebelumnya saya bekerja di divisi customer service selama 2 tahun. Saya melamar di perusahaan ini untuk mendapatkan peluang mengembangkan karir.

Sepintas, jawaban ini sepertinya "ideal" karena Lana, menjelaskan dirinya sangat mudah beradaptasi dan sangat ingin mengembangkan karirnya. Namun oleh si pewawancara, jawaban Lana diartikan sebagai berikut :

Pindah ke kota ini karena ikut suami. Dengan demikian ada kemungkinan, sewaktu-waktu, di saat suaminya dipindahtugaskan lagi, maka dia akan meninggalkan perusahaan ini.
Dia menceritakan memiliki pengalaman selama 2 tahun di divisi customer service, tetapi tidak menjelaskan : di bidang industri apa, dan apa saja yang telah ia capai.
Dia mencari perusahan yang memberikan kesempatan untuk berkembang. Dengan demikian, jika dia sudah diterima di sini, kemudian ada tawaran dari perusahaan lain, akankah ia tetap di sini atau pindah ?

Rahasia sukses dalam merespon pertanyaan ini adalah dengan memfokuskan diri, meyusun "naskah" , dan berlatih.Mulailah berpikir mengenai apa yang diinginkan sang pewawancara tentang diri anda

1. FOKUS

Buatlah daftar yang berisi lima kekuatan yang anda miliki dan itu berkaitan dengan pekerjaan tersebut ( pengalaman, keahlian, karakter , dan lain-lain)

Seharusnya yang menjadi point dalam jawaban Lana adalah rincian pengalaman di bidang customer service,bahwa ia memiliki kemampuan menjalin dan mempertahankan customer relationship, membuat follow up, dan memenuhi deadline

2. MENYUSUN "NASKAH"

Susunlah "naskah" mengenai informasi apa saja yang ingin anda sertakan dalam wawancara tersebut.Mulailah dengan membicarakan pengalaman dan sukses yang pernah anda raih.

Contoh : Saya sudah bekerja di bidang customer service industri selama 2 tahun.Tugas utama saya menangani panggilan telefon untuk industri high tech.Salah satu alasan saya senang bekerja di bidang ini karena saya menemukan tantangan dan di bidang ini pula saya bisa berinteraksi dengan banyak orang. Terakhir, saya berhasil menjalin customer relationship dengan beberapa pelanggan utama , dan itu meningkatkan penjualan perusahaan sebanyak 30% selama beberapa bulan.

Jika anda seorang fresh graduate, anda bisa menceritakan pengalaman berorganisasi atau kepanitiaan tertentu di kampus yang menjelaskan tentang leadership, manajemen, dan kemampuan anda bersosialisasi.

Seterusnya, jelaskan mengenai kekuatan dan kemampuan anda :

Contoh : Saya sangat memperhatikan detil , mampu membuat follow –up , dan memenuhi deadline.Pada saat saya berkomitmen untuk melakukan sesuatu, saya dapat menjamin itu dapat dilakukan dan tepat waktu.

Jangan lupa menambahkan gambaran mengenai ambisi atau keinginan anda saat ini :

Contoh : Yang saya inginkan adalah bergabung dengan perusahaan yang mengutamakan customer relationship, dimana saya bisa bekerja dalam tim yang memberikan kontribusi positif untuk tingkat penjualan dan juga kepuasan pelanggan.

3.LATIHAN

Setelah menyusun "naskah", anda harus berlatih sehingga anda bisa menjawab dengan baik, tanpa terdengar kaku atau seperti menghafal sesuatu.

Jika pewawancara tidak melontarkan pertanyan ini kepada anda, mungkin anda bisa memasukkan "naskah" ini untuk lebih menekankan kepada pewawancara mengenai apa yang bisa anda berikan kepada perusahaan. Dengan demikan anda bisa "menjual" diri anda dengan baik pada saat wawancara



November 04, 2004

Intermezo



You have brains in your head. Your feet in your shoes. You can steer yourself in any direction you choose. ~ Dr. Seuss




November 01, 2004

Internship

6 aspek dasar untuk menjadi pekerja yang bisa berkompetens adalah :

1. Memiliki attitude yang baik/kepribadian yang baik
2. Memiliki base knowledge atau skills yang diperlukan
3. Berdisiplin tinggi dan memiliki etos kerja tinggi
4. Bertanggung jawab terhadap pekerjaan dan diri sendiri
5. Jujur dan memiliki motivasi kuat untuk maju
6. Tekun dan mau bekerja keras

nah 6 resep itu harus kita pegang agar karier kita melesat tak terhambat, bisakah kita....harus bisa donk :)